"Datanglah ke Mysterious Cafe! disana terdapat banyak makanan enak dan murah! Diskon 70% bila anda datang ke sini dari tanggal 1 May hingga 10 May. Tapi jika anda akan ke sini..."
"Maaaaaaa! dekat sini ada cafe baru ma!!!! namanya Mysterious Cafe. Lagi diskon nih maaaaaa. Ayo maaa, ayoooooo!!!" Pinta ku kepada mama. Mama geleng - geleng kepala melihat tingkah ku.
"Baiklah, panggil kakak mu." Perintah mama. YESSSSSS!!!!!!!!!!!!!!!
"Kakak! kita makan malam ke luar! ke Mysterious Cafe!" Teriakku.
"Bener dek? Bener dek? Bener dek? Asyikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk" Ck...Ck...Ck... kak Acha saking senangnya, sampai salto diatas tempat tidur lo!
Diperjalanan...
"Eh, kenapa nih mobil?" tanya mama ku. ketika ia cek ternyata minyak mobil kami habis!
"Ya, gimana dong ma?" tanya aku dan kakak.
"Ya udah, kita keluar aja dulu." perintah mamaku. Kami bertiga pun turun dari mobil.
5 menit kemudian....
"Anak ku, anakku, anakku" Ada orang gila! buset!
Tanpa Do Re Mi Fa So La Si Do lagi dan tanpa A B C D lagi, kam langsung ambil langkah 1000, alias kabur!!!!!
500 meter kemudian...
"Hhh...Hhh... capek nih ma." keluh ku.
"Iya, mama juga. kita cari tempat jual air minum dulu yuk?" ajak mama.
Kami lihat ke depan, tak ada. Kami lihat ke belakang, tak ada. Kami lihat ke kanan, tak ada. Kami lihat ke kiri,....
Ada Mysterious Cafe!!!!!!!!!!!
Yess! Akhirnya Mysterious Cafe ketemu juga! tanpa banyak bicara kami langsung masuk dan memesan banyak makanan. Terus juga, disebelah kafe itu ada orang jual minyak. Sehingga mama membeli 2 liter minyak sekaligus.
Tanpa kami ketahui, ternyata untuk datang ke kafe itu emang harus sial dulu! Ck..Ck...Ck...
Senin, 22 Desember 2014
This is my Cerpen (Good Friend For Miranda)
Hai! Namaku Mira. Nama panjangku adalah Amira Miranda
Adytya Putri, Aku adalah murid baru di
Princess Internasional School atau kalau kalian merasa kalau nama sekolahku
terlalu panjang, kalian bisa menyingkatnya menjadi PIS.
Kalian
ingin tau mengapa aku memilih PIS untuk menjadi sekolah ku yang berikutnya?
Begini alasannya: 1. Ayahku ditugaskan ke kota Florida (tempat tinggalku
sekarang) 2. Rumah baruku dekat dengan PIS
“Hai
namaku Amira Miranda Adytya Putri. Kalian bisa memanggilku Mir atau Miranda.”
Begitulah kalimat pertamaku saat memperkenalkan diri pertama kali di kelas
baruku, kelas VIC.
“Baiklah
Mira, silahkan kamu duduk di samping Tyas.” Kata bu Dinda yang jelas membuat ku
bingung. Tyas itu yang mana?
“Maaf
bu, Tyas itu yang mana ya?” tanyaku sopan.
“Ooo,
maaf! Ibu lupa! Tyas itu anak yang duduk di bangku tengah nomor 2 ituloh, yang
rambutnya pendek sebahu.” Kata bu Dinda panik. Dalam hati aku tertawa kecil
melihat bu Dinda yang salah tingkah.
“Baik
bu.” Aku pun duduk disebelah Tyas yang kebetulan sedang membaca buku. Karena
penasaran dengan buku yang sedang dia baca,
aku pun menyapanya.
“Hai,
kamu lagi baca buku apa?” sapaku sopan.
“Hai
juga, o ini aku lagi baca buku KKPK.” Jawab Tyas.
“
Ooo.” Gunggamku sambil kembali fokus kepada pelajaran Matematika yang diajarkan
oleh bu Dinda.
Saat
Istirahat...
“Tyas,
kamu mau gak ke kantin bareng aku?” tanyaku.
“Boleh,
yuk!” jawabnya girang. Aku pun tersenyum melihat tingkahnya yang “sedikit”
konyol.
“Iya,
iya udah, jangan terlalu kegirangan gitu dong!!!!!” seruku melihat Tyas tidak
juga menghentikan gerakan super aneh nya itu.
“Oke
yuk!”
Dikantin...
“Tyas,
main bola yuk!” ajak teman teman Tyas (yang kebanyakan laki laki).
“Oke
yuk! Mira, aku duluannya” tanpa menunggu jawaban ku dia langsung berlalu.
Tidak!
Aku tidak bisa selalu seperti ini. Aku harus mencari teman yang bisa
menggantikan Tyas jika dia tidak bersama ku.
Mata
ku mengelilingi kantin. Siapa tau ada anak yang bisa ku jadian teman..
Dan,
ada!
Namanya
Sinta. Aku mengenalnya ketika berada di kelas. Aku pun menghampirinya.
“Hai!”
sapaku.
“Hai
juga!” jawabnya.
Dan
tak lama kemudian kami pun asyik membicarakan tentang lagu lagu dari seluruh
dunia dan juga lukisan lukisan yang terkenal. Kebetulan, aku dan Sinta sangat
menyukai musik dan lukisan.
Ya,
aku rasa dia cocok dijadikan sahabat!
Minggu, 14 Desember 2014
This Is My Cerpen (Misteri Boneka Nina)
Teng...Teng... bel jam yang menujukan pukul 12 malam pun berbunyi. Hari memang telah larut. Tapi, aku sama sekali tidak bisa memenjamkan mata. Aku masih ingat dengan cerita kak Riel.
"Eh, Nin. Dulu ya, ada anak bernama Norsy yang sangat cantik. Dia juga sangat baik. Tapi sayang, Norsy meninggal karena kecelakaan yang menimpanya 10 tahun yang lalu. Waktu itu ia akan berangkat sekolah. Tiba tiba ada sebuah mobil yang menabraknya sehingga membuatnya tewas. Dan kamu tau gak? Norsy selalu mengenakan baju Polakadot Putih Hijau dan bando hijau kemanapun dia pergi lo. Boneka kamu kayak gitu kan?" cerita kak Riel. dengan cepat aku menyanggahnya "Ah, kakak apa apaan sih? aku bukan anak kecil lagi tauuuuuu. Jangan nakut nakutin aku."
Tapi, sampai sekarang aku masih kepikiran dengan ucapan kak Riel. Bagaimana kalau cerita kak Riel itu nyata? Hhhh... semakin aku memikirkannya aku semakin takut.
Sinar rembulan menembus tiraiku yang putih. dan menerangi suatu benda yang sangat kukenal. Ya, boneka yang diceritakan oleh kak Riel tadi. Aku tak bisa tidur. Mungkin aku ketakutan.
5 menit kemudian...
Aku masih belum bisa tertidur. Tapi tiba tiba...
Boneka itu hidup!!!!!!!!!!!
"Hai!" sapanya. Aku masih belum bisa menguasai keterkejutan ku ini, aku masih shock.
"Ka...Kamu kok bisa hidup? tanyaku.
"Aku memang bisa hidup. Oh iya! separuh cerita kakak mu itu benar! hanya saja, aku tidak tewas. Tapi penabrak itu seorang penyihir dn aku dikutuk menjadi boneka. Aku hanya bisa menjadi boneka sewaktu jam 12 malam lebih beberapa menit. Eh... AAAAAA" boneka itu pun kembali menjadi boneka biasa. Tapi au masih belum yakin. Apakah ini mimpi atau kenyataan. Baiklah. Lebih baik aku tidur.
"Eh, Nin. Dulu ya, ada anak bernama Norsy yang sangat cantik. Dia juga sangat baik. Tapi sayang, Norsy meninggal karena kecelakaan yang menimpanya 10 tahun yang lalu. Waktu itu ia akan berangkat sekolah. Tiba tiba ada sebuah mobil yang menabraknya sehingga membuatnya tewas. Dan kamu tau gak? Norsy selalu mengenakan baju Polakadot Putih Hijau dan bando hijau kemanapun dia pergi lo. Boneka kamu kayak gitu kan?" cerita kak Riel. dengan cepat aku menyanggahnya "Ah, kakak apa apaan sih? aku bukan anak kecil lagi tauuuuuu. Jangan nakut nakutin aku."
Tapi, sampai sekarang aku masih kepikiran dengan ucapan kak Riel. Bagaimana kalau cerita kak Riel itu nyata? Hhhh... semakin aku memikirkannya aku semakin takut.
Sinar rembulan menembus tiraiku yang putih. dan menerangi suatu benda yang sangat kukenal. Ya, boneka yang diceritakan oleh kak Riel tadi. Aku tak bisa tidur. Mungkin aku ketakutan.
5 menit kemudian...
Aku masih belum bisa tertidur. Tapi tiba tiba...
Boneka itu hidup!!!!!!!!!!!
"Hai!" sapanya. Aku masih belum bisa menguasai keterkejutan ku ini, aku masih shock.
"Ka...Kamu kok bisa hidup? tanyaku.
"Aku memang bisa hidup. Oh iya! separuh cerita kakak mu itu benar! hanya saja, aku tidak tewas. Tapi penabrak itu seorang penyihir dn aku dikutuk menjadi boneka. Aku hanya bisa menjadi boneka sewaktu jam 12 malam lebih beberapa menit. Eh... AAAAAA" boneka itu pun kembali menjadi boneka biasa. Tapi au masih belum yakin. Apakah ini mimpi atau kenyataan. Baiklah. Lebih baik aku tidur.
Sabtu, 13 Desember 2014
Kata Mutiara
Tinggilah Prestasi Mu Setinggi Langit.
Rendahkanlah Hati Mu Serendah Mutiara Di Dasar Laut.
Janganlah Engkau Menilai Kesalahan Orang Lain, Nilailah Kesalahan Dirimu Sendiri Sebelum Menilai Kesalahan Orang Lain
Rendahkanlah Hati Mu Serendah Mutiara Di Dasar Laut.
Janganlah Engkau Menilai Kesalahan Orang Lain, Nilailah Kesalahan Dirimu Sendiri Sebelum Menilai Kesalahan Orang Lain
Jumat, 12 Desember 2014
This My Cerpen (Mendadak Detektif)
Teng...Teng... untuk ke sekian kalinya bel tanda istirahat pun berbunyi. Mulai ada sorak sorak senang para siswa siswi di dalam kelas masing - masing. Tak perlu menunggu lama, para murid SD Angkasa Jaya pun berhamburan keluar kelas dan langsung menuju tempat ritual para siswa siswi ketika istirahat, kantin.
"Eh, kalian mau makan apa? biar aku dech yang pesenin.?" tanya Sinta kepada ketiga teman temannya, Lucy, Zazkia, dan Aila.
"Aku sich kayak biasa, Mie ayam sama jus jeruk." jawab Lucy.
"Aku nasi goreng sama es teh aja." jawab Aila.
"Kalau kamu Zaz?" tanya Sinta kepada Zazkia
"Eh, iya. Aku sate ayam sama es teh aja." jawab Zazkia cepat
"Ooo, oke! sip!" Sinta pun mulai pergi bolak balik penjual makanan dan minuman kayak cacing kepanasan (Sorry, Sin!)
Tak lama kemudian Sinta pun datang membawa banyak makanan dan minuman yang tentu saja bukan makanan dia sendiri. Tetapi makanan dia dan teman temannya. Mereka pun makan dengan canda dan tawa yang menggelegar (Buset, tu murid apa nenek sihir?)
Di Kelas.
"Huweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" tangis Zazkia seketika. semua orang yang terkejut pun langsung menghampiri Zazkia dengan pertanyaan yang sama 'kamu kenapa nangis?'
"Cerpen aku hilang semuaaaaaaaaaaaaaaa padahal kan aku taruh di dalam tas!!!!!!! Huweeeeeeeeeeeeeee" Tangisnya.
Dan mulai detik itu jga kami (kecualu Zazkia) menjadi detektik (pakai seragam sekolah) mulai mencari - cari siapa pelaku yang mecuri buku kumpulan cerpen karangan Zazkia.
Target pertama: Lion
Lion adalah anak terbandel di kelas ini. Dia juga sering keluar kelas paling akhir.
"Lion, apakah kamu yang mencuri buku cerpennya Zazkia yang berwarna pink dengan gambar Pokemon?" tanya kami bertiga kepada Lion.
"Eh, gak kaliiiiiiii. Aku emang sering ngeliat buku itu. Tapi kan selalu dibawa sama Zazkia. Lagi pula apa juga gunanya untuk aku?"
Kami bertiga terdiam. Mana mungkin si Lion yang gak doyan baca ini mencuri buku cerpen Zazkia?
Oke, target pertama tidak berhasil!
Target kedua: Fanny
Fanny adalah anak paling pendiam. Dia tidak banyak bicara. Karena itu, kami mencurigai Fanny. Siapa tau ada batu dibalik udang, eh salah kaleeee udang di balik batu!
"Fanny! apakah kamu yang mencuri buku cerpennya Zazkia yang berwarna pink dengan gambar Pokemon?" tanya Sinta.
"Enggak." jawabnya pendek.
"Eh, jujur aja dech!" perintah Aila dengan geram.
"Bener!!!!!! aku kan gak guna buku itu. Lagi pula juga aku gak doyan baca cerpen buatan Zazkia." jawabnya geram.
Oke, bukan Fanny.
"Sinta, Aila, Lucy! kalian darimana?" tanya Zazkia khawatir.
"Kita tuh habis nyaribuku kamu itu. Tapi gak ada yang nyuri Zaz." kata kami bertiga menyesal.
"Aduh Teman - Teman ku yan cantik, imut, dan suka menolong, ternyata au lupa kalau aku tidak membawa buku cerpen ku! hehehe maaf ya?" Katanya sambil senyum senyum malu.
Gedubrak!!Pesan: Kalau teman kalian kehilangan barang, coba tanyakan apakah dia memang membawanya ke sekolah apa tidak. Kalau enggak, bisa pingsan kayak yang dilakuin Sinta, Aila, dan Lucy.
Kata Mutiara
Jika kamu tak bisa menjadi tinta untuk menulis
kebahagian orang,
Maka jadilah penghapus untuk menghapus kesedihan
orang lain.
kebahagian orang,
Maka jadilah penghapus untuk menghapus kesedihan
orang lain.
Kata Mutiara
Siapa sangka sesuatu yang kita anggap biasa setiap
harinya,
ternyata begitu berharga.
-Stand By Me-
harinya,
ternyata begitu berharga.
-Stand By Me-
Langganan:
Postingan (Atom)