Hai! Namaku Mira. Nama panjangku adalah Amira Miranda
Adytya Putri, Aku adalah murid baru di
Princess Internasional School atau kalau kalian merasa kalau nama sekolahku
terlalu panjang, kalian bisa menyingkatnya menjadi PIS.
Kalian
ingin tau mengapa aku memilih PIS untuk menjadi sekolah ku yang berikutnya?
Begini alasannya: 1. Ayahku ditugaskan ke kota Florida (tempat tinggalku
sekarang) 2. Rumah baruku dekat dengan PIS
“Hai
namaku Amira Miranda Adytya Putri. Kalian bisa memanggilku Mir atau Miranda.”
Begitulah kalimat pertamaku saat memperkenalkan diri pertama kali di kelas
baruku, kelas VIC.
“Baiklah
Mira, silahkan kamu duduk di samping Tyas.” Kata bu Dinda yang jelas membuat ku
bingung. Tyas itu yang mana?
“Maaf
bu, Tyas itu yang mana ya?” tanyaku sopan.
“Ooo,
maaf! Ibu lupa! Tyas itu anak yang duduk di bangku tengah nomor 2 ituloh, yang
rambutnya pendek sebahu.” Kata bu Dinda panik. Dalam hati aku tertawa kecil
melihat bu Dinda yang salah tingkah.
“Baik
bu.” Aku pun duduk disebelah Tyas yang kebetulan sedang membaca buku. Karena
penasaran dengan buku yang sedang dia baca,
aku pun menyapanya.
“Hai,
kamu lagi baca buku apa?” sapaku sopan.
“Hai
juga, o ini aku lagi baca buku KKPK.” Jawab Tyas.
“
Ooo.” Gunggamku sambil kembali fokus kepada pelajaran Matematika yang diajarkan
oleh bu Dinda.
Saat
Istirahat...
“Tyas,
kamu mau gak ke kantin bareng aku?” tanyaku.
“Boleh,
yuk!” jawabnya girang. Aku pun tersenyum melihat tingkahnya yang “sedikit”
konyol.
“Iya,
iya udah, jangan terlalu kegirangan gitu dong!!!!!” seruku melihat Tyas tidak
juga menghentikan gerakan super aneh nya itu.
“Oke
yuk!”
Dikantin...
“Tyas,
main bola yuk!” ajak teman teman Tyas (yang kebanyakan laki laki).
“Oke
yuk! Mira, aku duluannya” tanpa menunggu jawaban ku dia langsung berlalu.
Tidak!
Aku tidak bisa selalu seperti ini. Aku harus mencari teman yang bisa
menggantikan Tyas jika dia tidak bersama ku.
Mata
ku mengelilingi kantin. Siapa tau ada anak yang bisa ku jadian teman..
Dan,
ada!
Namanya
Sinta. Aku mengenalnya ketika berada di kelas. Aku pun menghampirinya.
“Hai!”
sapaku.
“Hai
juga!” jawabnya.
Dan
tak lama kemudian kami pun asyik membicarakan tentang lagu lagu dari seluruh
dunia dan juga lukisan lukisan yang terkenal. Kebetulan, aku dan Sinta sangat
menyukai musik dan lukisan.
Ya,
aku rasa dia cocok dijadikan sahabat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar