Senin, 22 Desember 2014

This is my Cerpen (Good Friend For Miranda)

                                        
            Hai! Namaku Mira. Nama panjangku adalah Amira Miranda Adytya Putri,  Aku adalah murid baru di Princess Internasional School atau kalau kalian merasa kalau nama sekolahku terlalu panjang, kalian bisa menyingkatnya menjadi PIS.
Kalian ingin tau mengapa aku memilih PIS untuk menjadi sekolah ku yang berikutnya? Begini alasannya: 1. Ayahku ditugaskan ke kota Florida (tempat tinggalku sekarang) 2. Rumah baruku dekat dengan PIS
“Hai namaku Amira Miranda Adytya Putri. Kalian bisa memanggilku Mir atau Miranda.” Begitulah kalimat pertamaku saat memperkenalkan diri pertama kali di kelas baruku, kelas VIC.
“Baiklah Mira, silahkan kamu duduk di samping Tyas.” Kata bu Dinda yang jelas membuat ku bingung. Tyas itu yang mana?
“Maaf bu, Tyas itu yang mana ya?” tanyaku sopan.
“Ooo, maaf! Ibu lupa! Tyas itu anak yang duduk di bangku tengah nomor 2 ituloh, yang rambutnya pendek sebahu.” Kata bu Dinda panik. Dalam hati aku tertawa kecil melihat bu Dinda yang salah tingkah.
“Baik bu.” Aku pun duduk disebelah Tyas yang kebetulan sedang membaca buku. Karena penasaran dengan buku yang sedang dia baca,  aku pun menyapanya.
“Hai, kamu lagi baca buku apa?” sapaku sopan.
“Hai juga, o ini aku lagi baca buku KKPK.” Jawab Tyas.
“ Ooo.” Gunggamku sambil kembali fokus kepada pelajaran Matematika yang diajarkan oleh bu Dinda.
Saat Istirahat...
“Tyas, kamu mau gak ke kantin bareng aku?” tanyaku.
“Boleh, yuk!” jawabnya girang. Aku pun tersenyum melihat tingkahnya yang “sedikit” konyol.
“Iya, iya udah, jangan terlalu kegirangan gitu dong!!!!!” seruku melihat Tyas tidak juga menghentikan gerakan super aneh nya itu.
“Oke yuk!”
Dikantin...
“Tyas, main bola yuk!” ajak teman teman Tyas (yang kebanyakan laki laki).
“Oke yuk! Mira, aku duluannya” tanpa menunggu jawaban ku dia langsung berlalu.
Tidak! Aku tidak bisa selalu seperti ini. Aku harus mencari teman yang bisa menggantikan Tyas jika dia tidak bersama ku.
Mata ku mengelilingi kantin. Siapa tau ada anak yang bisa ku jadian teman..
Dan, ada!
Namanya Sinta. Aku mengenalnya ketika berada di kelas. Aku pun menghampirinya.
“Hai!” sapaku.
“Hai juga!” jawabnya.
Dan tak lama kemudian kami pun asyik membicarakan tentang lagu lagu dari seluruh dunia dan juga lukisan lukisan yang terkenal. Kebetulan, aku dan Sinta sangat menyukai musik dan lukisan.
Ya, aku rasa dia cocok dijadikan sahabat!


            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar