This My Cerpen (Mendadak Detektif)
Teng...Teng... untuk ke sekian kalinya bel tanda istirahat pun berbunyi. Mulai ada sorak sorak senang para siswa siswi di dalam kelas masing - masing. Tak perlu menunggu lama, para murid SD Angkasa Jaya pun berhamburan keluar kelas dan langsung menuju tempat ritual para siswa siswi ketika istirahat, kantin.
"Eh, kalian mau makan apa? biar aku dech yang pesenin.?" tanya Sinta kepada ketiga teman temannya, Lucy, Zazkia, dan Aila.
"Aku sich kayak biasa, Mie ayam sama jus jeruk." jawab Lucy.
"Aku nasi goreng sama es teh aja." jawab Aila.
"Kalau kamu Zaz?" tanya Sinta kepada Zazkia
"Eh, iya. Aku sate ayam sama es teh aja." jawab Zazkia cepat
"Ooo, oke! sip!" Sinta pun mulai pergi bolak balik penjual makanan dan minuman kayak cacing kepanasan (Sorry, Sin!)
Tak lama kemudian Sinta pun datang membawa banyak makanan dan minuman yang tentu saja bukan makanan dia sendiri. Tetapi makanan dia dan teman temannya. Mereka pun makan dengan canda dan tawa yang menggelegar (Buset, tu murid apa nenek sihir?)
Di Kelas.
"Huweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" tangis Zazkia seketika. semua orang yang terkejut pun langsung menghampiri Zazkia dengan pertanyaan yang sama 'kamu kenapa nangis?'
"Cerpen aku hilang semuaaaaaaaaaaaaaaa padahal kan aku taruh di dalam tas!!!!!!! Huweeeeeeeeeeeeeee" Tangisnya.
Dan mulai detik itu jga kami (kecualu Zazkia) menjadi detektik (pakai seragam sekolah) mulai mencari - cari siapa pelaku yang mecuri buku kumpulan cerpen karangan Zazkia.
Target pertama: Lion
Lion adalah anak terbandel di kelas ini. Dia juga sering keluar kelas paling akhir.
"Lion, apakah kamu yang mencuri buku cerpennya Zazkia yang berwarna pink dengan gambar Pokemon?" tanya kami bertiga kepada Lion.
"Eh, gak kaliiiiiiii. Aku emang sering ngeliat buku itu. Tapi kan selalu dibawa sama Zazkia. Lagi pula apa juga gunanya untuk aku?"
Kami bertiga terdiam. Mana mungkin si Lion yang gak doyan baca ini mencuri buku cerpen Zazkia?
Oke, target pertama tidak berhasil!
Target kedua: Fanny
Fanny adalah anak paling pendiam. Dia tidak banyak bicara. Karena itu, kami mencurigai Fanny. Siapa tau ada batu dibalik udang, eh salah kaleeee udang di balik batu!
"Fanny! apakah kamu yang mencuri buku cerpennya Zazkia yang berwarna pink dengan gambar Pokemon?" tanya Sinta.
"Enggak." jawabnya pendek.
"Eh, jujur aja dech!" perintah Aila dengan geram.
"Bener!!!!!! aku kan gak guna buku itu. Lagi pula juga aku gak doyan baca cerpen buatan Zazkia." jawabnya geram.
Oke, bukan Fanny.
"Sinta, Aila, Lucy! kalian darimana?" tanya Zazkia khawatir.
"Kita tuh habis nyaribuku kamu itu. Tapi gak ada yang nyuri Zaz." kata kami bertiga menyesal.
"Aduh Teman - Teman ku yan cantik, imut, dan suka menolong, ternyata au lupa kalau aku tidak membawa buku cerpen ku! hehehe maaf ya?" Katanya sambil senyum senyum malu.
Gedubrak!!
Pesan:
Kalau teman kalian kehilangan barang, coba tanyakan apakah dia memang membawanya ke sekolah apa tidak. Kalau enggak, bisa pingsan kayak yang dilakuin Sinta, Aila, dan Lucy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar